List/Grid Monthly Archives: January 2009
Beri Tanda Centang, Jangan Contreng, Apalagi Conteng
(Padang – Minggu, 18/1/2009) –Berubahnya cara memberikan hak suara pada Pemilu 2009 dibanding pemilu sebelumnya menimbulkan persoalan baru. Persoalan itu terletak pada penamaan pengganti untuk ‘coblos’.
Ada yang menyebutnya ‘contreng’, ada pula ‘conteng’, sedangkan KPU sendiri menyebutnya ‘centang’. Anehnya, masih ada pula di iklan caleg yang menyebutnya ‘coblos’, padahal pada Pemilu 2009 tidak lagi mencoblos dengan paku yang disediakan di atas bantal, tapi memberi tanda dengan koreksi (centang) dengan pena di kotak di depan nama caleg yang kita pilih. (more…)
Masyarakat Khawatir Sistem Conteng Pemilu 2009
(PADANGPARIAMAN Kamis, 15/1/2009) — Komisi Pemilihan Umum diminta segera menyosialisasikan sistem contreng dalam Pemilihan Umum 2009, sebab dikhawatirkan banyak pemilih yang tidak tahu dan lebih familiar dengan sistem coblos.
Salah seorang warga Jorong Balah Aia, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto, Bustanul mengatakan saat ini banyak sekali masyarakat yang belum mengetahui sistem contreng.
“Apalagi disini banyak masyarakat petani, yang umumnya jarang membaca dan menonton televisi, karena itu kami berharap KPU segera sosialisasi,” kata Bustanul, Kamis (15/1).
Hal serupa juga dikatakan Juriah, 75 tahun, yang mengaku hanya tahu cara mencoblos dalam Pemilu. “Apa itu, yang ambo tahu dari dulu sampai sekarang hanya mencoblos, kata Juriah yang buta huruf itu.
Beratnya pekerjaan KPU menyosialisasikan Pemilu 2009 juga diakui anggota KPU Sumbar Desi Asmaret, apalagi anggarannya juga minim. Untuk KPU provinsi anggaran dari KPU Pusat hanya Rp100 juta. Sementara anggaran dari APBD belum diketahui karena belum keluar DIPA.
“Karena itu kita akan segera melakukan sosialisasi, minggu depan anggaran cair, sosialisasi tanpa menunggu Perpu soal suara sah, sebab penerapan Perpu tersebut berlaku saat penghitungan suara,” kata Desi. (syam/o – PadangKini.com)
Atribut Kampanye Rusak Estetika Kota
(Selasa, 13 Januari 2009 Padang, Padek) – Maraknya atribut kampanye calon legislatif (Caleg) yang menghiasi sejumlah jalan di Kota Padang, dinilai merusak estetika kota. Pasalnya letak atribut seperti baliho, spanduk, dan pamflet tak beraturan letaknya. Terkait hal ini, Pemko diminta tegas untuk menertibkan atribut kampanye tersebut, agar wajah kota tak semrawut.
Spanduk, baliho, dan pamflet caleg tersebar hampir di seluruh kawasan. Baik di jalan utama (protocol), hingga ke pelosok kota. Bahkan, sejumlah pohon, tiang listrik, hingga rumah warga turut dijadikan sebagai lokasi pemasangan atribut. (more…)





Comments