0

PDK – Merajut Persatuan Bangsa

Pengantar :
Banyak partai lahir dan ikut pemilihan umum (pemilu). Pada tahun 2009 ini ada 38 partai yang berhak mengikuti pemilu. Semua partai lahir dan hadir dengan segala ambisi dan cita-cita. Semua mengklaim berjuang untuk rakyat. Lantas, apa yang mendorong keberadaan PDK sebagai peserta pemilu 2009? Berikut hasil bincang-bincang dengan Presiden Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Prof Dr Ryass Rasyid baru-baru ini.

Untuk apa sebenarnya PDK hadir di tengah partai-partai yang ada?
PDK lahir, muncul, dan berada di tengah partai lain dengan tujuan jelas, yakni merajut kembali persatuan bangsa. Persatuan yang belakangan cenderung terganggu. Banyak retorika untuk mencegah disintegrasi tapi justru perilaku sekelompok elite mengarah ke disintegrasi.

Tapi, apakah masih relevan cita-cita partai untuk merajut persatuan bangsa?
Masih sangat relevan. Masih sesuai dan sangat tepat cita-cita merajut kembali persatuan bangsa. Harus dilihat bahwa republik ini tidak hanya bersifat fisik, tapi juga nonfisik atau psikologis.

Apa maksudnya itu?
Artinya, republik ini bukan hanya soal geografis sehingga kalau bicara tentang disintegrasi berari bicara soal separatis, bicara tentang adanya aksi pemisahan diri dari republik. Di dalam republik ini ada banyak kemiskinan, pengangguran, ada masalah pendidikan dan berbagai aksi brutal yang volumenya terus meningkat.

Kalau begitu, rasanya tidak tepat bila bicara soal separatis hanya soal upaya memisahkan diri?
Salah dan keliru kalau ada aksi separatis dikatakan sebagai upaya memisahkan diri dari bangsa. Yang harus dilihat dari aksi itu adalah apa sesungguhnya sehingga ada gerakan separatis, ada upaya pemisahan diri. Ada sistem ekonomi yang tidak adil, tidak ada masa depan, sehingga harga diri bangsa hilang. Selain itu juga ada masalah pendidikan yang tidak merata dan berbagai persoalan bangsa lainnya.

Lantas, apa yang harus dilakukan bila masalah separatis tidak sekadar upaya pemisahan diri, tapi juga ada persoalan kemiskinan, ketidakadilan dalam sistem ekonomi, dan pengangguran?
Sudah jelas. Seorang pemimpin bangsa harus mengetahui apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama kemiskinan, pengangguran, masalah pendidikan, serta adanya gerakan dan demo yang makin brutal. Kemiskinan tidak sekadar angka-angka statistik.

Soal kemiskinan, kan sudah ada upaya untuk mengatasinya, misalnya, program bantuan langsung tunai (BLT).
Tidak ada konsep jelas dengan program bantuan langsung tunai. Bantuan langsung tunai asal saja. Semestinya setelah bantuan langsung tunai, apa yang harus dilakukan sehingga hidup mereka lebih baik. Atau seusai bantuan langsung tunai, apa masyarakat akan hidup lebih baik tanpa ada program selanjutnya. Harus ada program setelah bantuan langsung tunai. Bantuan Langsung tunai hanya reaktif.

Indonesia ini kaya raya, kenapa ada kemiskinan dan pengangguran yang mengancam pesatuan bangsa?
Anda benar. Indonesia ini kaya raya, makmur. Setan dan iblis pun mengakui dan berpendapat sama kalau Indonesia ini kaya-raya yang bisa membawa rakyat makmur dan sejahtera dan pengangguran tidak tersebar di mana-mana.

Lantas apa persoalannya sehingga tetap saja ada banyak orang miskin?
Persoalannya terletak pada manajemen. Kesalahan mengelola negara. Kekayaan negara tidak dikelola secara baik sehingga rakyat tetap saja miskin. Pemimpin kurang cerdas mengelola negara. Artinya, pemimpin yang salah dan itu berarti pemimpin yang bertanggung jawab atas kemiskinan, pengangguran, dan berbagai persoalan bangsa lainnya.

Di tengah banyak rakyat miskin, pengangguran, dan masalah pendidikan, apa yang harus dilakukan?
Kita harus memikirkan rakyat. Rakyat harus menjadi perhatian utama. Kita tidak perlu memikirkan pemimpin karena sudah ada yang atur.

Tapi, untuk memikirkan rakyat, kan juga diperlukan seorang pemimpin?
Benar. Kita perlu seorang pemimpin, tapi pemimpin yang cerdas, pemimpin yang mengetahui persoalan, yang tahu dan mengerti mengelola negara untuk rakyat, yang peduli dan berpihak pada rakyat, bukan seorang pemimpin yang gemar berpidato berpanjang-panjang, seorang pemimpin yang suka jalan-jalan, seorang pemimpin yang banyak acara, atau seorang pemimpin yang banyak janji dan janji-janji.

Lantas, seorang pemimpin seperti apa yang diperlukan bangsa ini?

Seorang pemimpin yang tahu persoalan, mengerti permasalahan bangsa, yang tahu bagaimana mengatasi persoalan dan tahu benar bagaimana melaksanakannya. Caranya, bentuk forum diskusi dan undang para pakar dari berbagai bidang dan latar belakang ilmu. Dari diskusi akan diketahui persoalan-persoalan yang menyelimuti bangsa ini. Bila sudah diketahui masalahnya,  bagaimana menyelesaikan atau mengatasi persoalan yang ada. (andreas piatu – sinar harapan 2008)

Filed in: Info Politik Tags: , , , ,
Related Post:

Leave a Reply

Submit Comment
*

© 2012 Seo and Socmed. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Proudly designed by Theme Junkie.