
INILAH.COM, Jakarta – Bagi Presiden Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Ryaas Rasyid mendirikan sebuah partai bukan hanya sekadar merebut kekuasaan semata, tetapi untuk mengoreksi keadaan.
Kehadiran partai harus bisa memberikan perbaikan bagi kehidupan bangsa khususnya rakyat Indonesia dan memberikan contoh kekuasaan yang jujur dan rendah hati. “PDK akan memberikan contoh kekuasaan yang jujur, kekuasaan yang rendah hati,” kata Presiden PDK Ryaas Rasyid di Jakarta, Minggu (19/10).
Pada pemilu legislatif 2004, PPDK meraih 1,16 persen suara dan memperoleh lima kursi DPR RI. Pada tahun itu pula PPDK mencalonkan Wiranto sebagai capres pilpres 2004. Dengan keputusan mencalonkan Wiranto ini membuat duet Ryaas dengan Andi Mallaranggeng akhirnya pecah. Andi memilih bergabung dengan SBY.
Rapat Pimpinan Nasional pada 26-28 Oktober 2007, Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) akhirnya memutuskan untuk berubah menjadi Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK). Dengan adanya perubahan tersebut menjadikan Partai Demokrasi Kebangsaan semakin mantap melaju berperan dalam kancah dunia perpolitikan di Indonesia dengan tanpa berfusi dengan Partai lainnya.
Dalam pemilu 2009 nanti PDK memperoleh nomer urut 20. Dan tetap dengan pimpinan Presiden PDK Ryaas Rasyid dengan Sekjen Rapiuddin Hamarung. Partai yang berkantor pusat di Jl. Pejaten Barat No 30 Jakarta pada pemilu 2009 memiliki target yang tidak muluk-muluk yakni bertekad untuk bisa lolos Electoral Threshold (ET). “Kita rendah hati, setidaknya lolos Electoral Threshold (ET),” kata mantan Menteri Otonomi Daerah ini.
Sesuai dengan visi dan misinya, Ryaas menegaskan bahwa PDK akan memberikan contoh kekuasaan yang dijalankan dengan jujur dan rendah hati. “Jadi, PDK memang lahir karena ingin mengorekasi keadaan pemerintahan saat ini. Kalau sudah baik ngapain juga bikin partai,” kata Presiden PDK Ryaas Rasyid.
Menurut Ryaas Rasyid, PDK ingin menciptakan pemerintahan yang baik dengan pemimpin yang cerdas, jujur, amanah, bertanggung jawab, dan konsisten memberikan kebijakan yang membela rakyat. PDK adalah jawaban untuk semua itu.
PDK ingin memberikan kehidupan yang lebih baik yang lebih maju. Dan itu semua, tambah Ryaas, akan terlaksana jika memiliki pemerintahan yang baik.
Hanya dengan pemerintahan yang baik maka tidak akan ada penindasan. Pemerintahan yang baik akan bisa berikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara.
PDK bertekad akan menjadi partai konsep, partai ide, dan partai solusi untuk memberikan jalan keluar pengelolaan negara. Menurut Ryaas strategi utama yang akan dilakukan partainya adalah strategi pencerahan.
Oleh karena itu, katanya lagi, dibutuhkan administrasi yang bersih, serta program prioritas berdasarkan kebutuhan rakyat. Karena itu pemimpin yang baik, berarti harus cerdas, amanah, dan jujur. Sedangkan administrasi yang bersih artinya efektif, efisien, akuntabel, profesional, dan produktif.[*/L6]
If you would like to make a comment, please fill out the form below.
Top Komentator